Dunia Ritel

Jurnal Refleksi Distance Education Ritel

Tampilkan postingan dengan label fitri ernawati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fitri ernawati. Tampilkan semua postingan

   Apa itu Business Model Canvas ?
Business Model Canvas bisa di artikan template atau gambaran logis seperti apa bisnis yang akan kita bangun atau usaha yang akan kita jalankan.

Ada beberapa aspek dalam business model canvas, diantaranya

Infrastructure
1. Key Partners : partner kunci / pemasok penting
2. Key Activities : segala aktifitas yang penting dalam operasional yang mendukung kesuksesan bisnis
3. Key Resources : segala sumber daya yang diperlukan untuk menjalankan bisnis

Product or Service Offering
4. Value Preposition meliputi
   - solusi untuk pelanggan
   - nilai yang menonjol dari sebuah bisnis
   - pembeda dengan pesaing

Customer Aspect
5. Customer Relationship : aktifitas untuk memperole, mempertahankan, dan memuaskan pelanggan
6. Channels : perpanjangan tangan, jalur distribusi dan penjualan
7. Customer Segment : kelompok pelanggan yang dibidik

Finances
8. Cost Structure : pengeluaran / biaya
9. Revenue Structure : pendapatan penjualan

    Tugas mengirim email ke entepreneur ternyata susah-susah gampang. Gampang cari alamat emailnya ( cara ku yaitu dengan mengetik nama entepreneur yang dicari, kebanyakan mereka pakai twitter, terus minta deh alamat emailnya ). Susahnya yaitu kebanyakan email yang aku tulis gak dibalas. Hiks !!! Ada banyak email yang ku dapatkan, semisal email Ibu Fatmah Bahalwan ( owner Natural Cooking Club ), Mama Lucy Laksita dll.

   Beruntung sekali saya mendapatkan alamat email Bapak Ronald Sitolang, benar-benar fast respon. Malam minta alamat email, pagi bangun tidur ada retweet kemudian kirim email beberapa jam kemudian sudah ada balasan. Kebetulan saya memilih beliau karena pada modul pelajaran di PER 3 pernah membahas tentang creative selling, "sales today entepreneur tomorrow" yang dijabarkan oleh Mr. Ronald Sitolang ini.

   Selain Bapak Ronald Sitolang, saya mendapat balasan dari Bapak Perry Tristianto ( pengusaha asal bandung ) dan Bapak Herry Zudianto ( mantan walikota Yogyakarta dan juga owner butik )

   Berikut screen shoot email balasan dari beliau,

     Sebenarnya take kuis materi 7 dan 8 campur jadi satu, tetapi untuk lebih detail per materi saya buat jurnal sendiri-sendiri. Di materi minggu ke 8, kami belajar tentang 3 konsep  marketing. Yaitu :

1. Perilaku Pelanggan ( customer behavior )
Faktor yang mempengaruhi perilaku pelanggan yaitu faktor budaya, sosial, personal dan psikologikal

2. STP ( segmenting, targeting, positioning )
Senang sekali karena pelajaran STP ini dijelaskan oleh Bapak Nur Agustinus dengan video, karena Saya lebih mudah menangkap pelajaran visual. Dijelaskan bagaimana kita melakukan spesifikasi, diantaranya
a). segmenting
     Dilakukan berdasarkan
- profil demografi : usia, jenis kelamin, pendidikan, status sosial
- profil geografi : wilayah negara, provinsi, kota, keamatan
- profil psikografi : kepribadian, nilai budaya seempat, gaya hidup, dll
Contoh : menjual mainan, di pilah berdasarkan usia ( 3-10th misalnya ) mainan ini cocok untuk anak laki2
b). Targeting
     Pemilihan segmen yang akan dijadikan target penjualan
Contoh : target penjualannya, misalnya untuk kalangan menengah keatas
c). Positioning
      Adalah citra ( image ) produk yang akan anda tanamkan dalam pikiran pelanggan
Contoh : karena untuk kalangan menengah, mainan ini dijual misalnya dengan ditaruh di box mika

3. Bauran Pemasaran ( marketing mix )
Ini nyambung ke jawaban email dari bapak Perry Tristianto ^__^ ketika saya menanyakan tips sukses ke beliau, jawabannya yaitu 4P. Apa saja 4P tersebut ?
a). Product : barang/ jasa yang dijual oleh perusahaan
b). Price : harga suatu produk barang / jasa
c). Place : elemen marketing mix ketiga yang membahas masalah distribusi dan empat penjualan produk
d). Promotion : promosi diperlukan agar penjualan kita maksimal

  Menurut beliau, kita harus menciptakan pasar, jangan mengikuti pasar yang ada. Beliau mencontohkan menjual kue, jangan di toko makanan, tetapi di apotik. Pasarnya orang yang beli obat akan membeli makanan sebelum minum obat. Maka kita dapat menjual kue dengan harga yang lebih tinggi

Apa itu Word of Mouth ( WOM ) ?

Word of mouth adalah pemasaran dari mulut ke mulut. Word of mouth tidak memerlukan biaya besar, namun efektifitasnya sangat besar.
Kuncinya adalah kita harus punya opini leader, yaitu orang yang memiliki kekuatan untuk mempengaruhi sebuah keputusan.

Misalnya saya sedang mencari merk kulkas, dan ketika saya sedang blogwalking, saya menemukan forum ibu-ibu  yang membahas tentang kelebihan merk kulkas tertentu. Tanpa sadar akhirmya saya membeli kulkas yang di rekomendasikan ibu tersebut. Maka ibu tersebut sudah melakukan word of mouth. Adalagi cara kreatif yang pernah saya baca di suatu forum. Untuk meramaikan bimbel bahasa jepang yang baru didirikannya, owner tersebut menelpun radio di jam yang ramai pendengar untuk berkirim salam ke si A, B dan C dia menceritakan dan menonjolkan kelebiha  bimbel tersebut. Padahal yang kirim salam sebenarnya adalah  dia dan untuk dia sendiri. Akhirnya banyak yang mendengar dan tertarik untuk ikut bimbel tersebut

Dalam Basic Principles of Retail Business, ada beberapa hal dasar yang perlu di perhatikan, diantaranya. Yaitu  ITO ( inventory turn over ) atau perputaran barang dagangan.

Laporan manajemen persediaan terdiri atas beberapa komponen berikut :
1. Daftar stock dasar ( basic stock list ) : menjelaskan semua SKU ( stock keeping unit ) dan merangkum bagaimana posisinya dalam gudang
2. Perputaran persediaan ( inventory turn over ) : pergantian persediaan yang dibuat berdasarkan tujuan fina
3. Ketersediaan produk ( product availability ) : untuk menentukan berapa banyak produk yang harus tersedia
4. Stock cadangan ( backup stock ) : digunakan untuk berjaga-jaga jika terjadi kehabisan stock
5. Peramalan ( forecast ) : ramalan ini tanpa mempertimbangkan pengaruh musiman
6. Titik pemesanan ( order point ) : jumlah barang minimum yang harus tersedia
7. Jumlah yang dipesan ( order quantity ) : selisih antara jumlah barang dagangan yang tersedia dan titik pemesanan

Di modul ke 7 ini, kami juga belajar tentang Perencanaan Inventori. Dalam perencanaan ini, beberapa faktor yang perlu di perhatikan yaitu :
1. Prediksi penjualan produk
  - Fast Moving Product : jenis produk yang memiliki perputaran produk yang sangat cepat karena banyaknya permintaan dari konsumen ( di 7eleven, produk yang cepat laku ditaruh di depan seperti koran dan air mineral )
  - Slow Moving Item : jenis produk yang memiliki perputaran yang lambat atau kurang laku ( biasanya produk yang kurang laku di 7eleven yaitu beras, kebanyakan mereka lebih suka membeli kebutuhan pokok di welcome atau park and shop )
  - Perputaran Uang : apabila kita memiliki banyak stock slow moving item, maka perputaran uang juga menjadi lambat
  - penyimpanan barang : barang slow item selain lama keluar dari gudang, ada kemungkinan rusak selama penyimpanan
  - kesempatan menjual : apabila kita mempunyai cukup stock fast moving item, maka kesempatan menjual akan lebih banyak ( tidak out of stock )

2. Merek dan Kualitas Produk
Diperlukan identifikasi, siapakah target konsumen yng ingin dilayani dan positioning toko ritelnya ( ada di jurnal 8 tentang STP ).  Ada 2 opsi dalam mementukan merk produk yang akan dijual, yaitu :
- merek perusahaan ( manuacturer brand )
- merek toko ( store brand / private label brand )
Secara umum, private label brand ditawarkan dengan harga yang lebih murah dari pada manufacturer brand, tetapi dalam penciptaan private label brand, ada beberapa opsi yaitu :
- premium branding
-copycat branding
-comodity branding

3. Kombinasi produk
Meliputi kategori, tipe, dan item produk yang akan dijual

4. Waktu pemesanan produk
5. Tren pasar dan tren produk

Selain memperhatikan Fast moving dan Slow moving item, kita juga harus mengetahui tentang FIFO dan LIFO

1. FIFO ( first in first out )
Barang yang masuk toko terlebih dahulu, harus cepat-cepat terjual. Misalnya saja Roti atau Susu segar di Welcome, karena masa kadaluarsa yang pendek

2. LIFO ( last in first out )
Misalnya barang datang tanggal 1 juli mempunyai kadaluarsa sampai 2015, sedangkan barang datang tanggal 15 juli, kadaluarsanya hanya sampai 2014. Maka barang yang terakhir datang ini harus dijual terlebih dahulu.

Apa itu Cash Flow ?
    Cash flow adalah arus kas atau aliran kas masuk/ kas keluar  suatu perusahaan dalam periode atau kurun waktu tertentu. Laporan arus kas, biasanya dibuat per bulan. Berbeda dengan laporan Rugi Laba yang menggambarkan hasil usaha R/L perusahaan selama periode tertentu atau laporan Neraca yang menggambarkan posisi keuangan pada saat tertentu. Cash flow lebih kepada berapa uang yang kita miliki di masa tertentu.

      Yang perlu diperhatikan dalam cash flow, yaitu kas akhir tidak boleh minus. Tambahkan di kas awal supaya tidak minus, kas awal ini artinya uang yang harus disediakan mula-mula. Kas akhir dalam laporan arus kas ini, tidak boleh digunakan untuk keperluan selain usaha kita ( konsumsi pribadi ), karena kas akhir ini akan menjadi kas awal bulan berikutnya. Intinya, kas akhir tidak boleh minus

Lanjut ke Bisnis Idaman. Yaitu :
Laris ( banyak peminat )
Laku ( menguntungkan )
Langgeng ( banyak langganan )

Siapa sih yang tidak mau laris, laku, dan langgeng ? Ada strateginya dunk, Strategi bersaing diantaranya :
1. Be the first ( jadi yang pertama )
2. Be Better ( jadi yang lebih baik )
3. Be Different ( jadi yang berbeda )

Jadi inget Bapak Dharma tentang kawin modal dengkul, ada 5 cara yaitu wakTU, WAng, tenaGA, secara tePAT dan heMAt. Dalam cash flow, bisnis modal dengkul ini bisa dengan cara dapat pre-order, atau misalnya bahan baku boleh ngutang terlebih dahulu.

Selain hitung-hitungan cash flow, kami juga diajarkan bagaimana menghitung harga jual suatu barang.

HARGA = BIAYA + UNTUNG (+/-) FAKTOR X

Yang mempengaruhi faktor X diantaranya
1. Persaingan ( barang yang sama, atau adanya barang pengganti )
Misalnya belum ada saingan jual nasi tiwul di victoria park
2. Pelanggan ( kemampuan beli, kebutuhan )
Kemampuan beli pelanggan berbeda2, mungkin saja kemampuan beli nasi tiwul yang diatas nasi biasa sangat mahal bagi beberapa BMI
3. Pengadaan barang ( resiko, sulit/mudah )
Untuk mengekspor telur asin dari Indonesia ke Hongkong, resiko pecah dijalan bisa sangat besar. Maka dari itu keuntungan yang di ambil bisa lebih banyak

NB : cash flow beda dengan kartu stock ya, kartu stock itu catatan barang yang ada atau tersedia di toko. Jadi kita bisa mengawasi stock ( laku berapa, masih berapa ) hanya dari melihat catatan

         Penerapan budaya kerja 5R, ternyata bukan hanya sebatas diterapkan di pabrik. Sebelumnya, Saya telah mengetahui apa itu 5S, karena lingkungan kerja berada di pabrik milik orang Jepang. Slogan 5S terpajang besar di dinding, bahkan seingat saya waktu itu Sacho atau direktur yang asli orang Jepang sampai turun langsung ke bagian produksi untuk mengecek 5R. Sampai Jongkok di kolong meja melihat apakah ada material yang jatuh ke lantai, menggunakan stop watch untuk mengukur berapa kecepatan produksi, sampai hal-hal kecil lainnya yang luput dari para pekerja. Ternyata budaya 5R ini juga semestinya diterapkan pada usaha yang akan atau sudah kita geluti saat ini.

Sebenarnya apa itu 5S atau 5R ?

1. SEIRI ( Ringkas )
     Ringkas, diartikan sebagai pemilahan. dimana definisinya dibagi menjadi frekuensi kerja barang ( jarang, sering, dan selalu ) atau frekuensi fungsi kerja barang ( rusak, perlu perbaikan, bagus ) . apabila ini diterapkan di toko kita, maka keuntungannya yaitu :
-area toko jadi lebih luas, dan banyak ruang yang bisa digunakan untuk menampilkan barang dagangan kita
- mudah dalam mencari apa yang kita butuhkan, karena sudah terlabel antara barang yang jarang, sering, atau selalu dipakai

2. SEITON ( Rapi )
      Rapi, berarti penataan. Setelah barang diringkas, kemudian barang tersebut dirapikan di toko. Hampir di semua Convenience store disini, kerapihan toko dilihat dari dipajangnya barang tersebut sesuai label. keuntungannya yaitu :
- pelanggan mudah menemukan barang yang akan dibeli karena sudah dipajang / terletak pada tempatnya ( sesuai label )
- mempermudah melihat mana barang yang cepat laku, karena barang sudah dirapihkan sesuai penyimpanannya
- toko akan terlihat jauh lebih rapi

3. SEISO ( Resik )
     Resik, berarti bersih. namun bukan berarti rak- rak pajangan barang supaya terlihat bersih atau resik maka dibiarkan kosong begitu saja.Resik disini berarti area toko bebas dari debu, baik di rak atau di meja, maupun lantai yang tidak licin. Keuntungannya yaitu :
- area toko akan jauh terlihat lebih kinclong alias bersih
- kualitas barang akan lebih terjamin ( bayangkan apabila anda akan membeli sekotak coca-cola yang bagian atasnya berdebu. pasti anda akan memilih kotak lain yang jauh lebih bersih )
- baik pekerja atau pelanggan akan merasa nyaman berada di area toko yang bersih

4. SEIKETSU ( Rawat )
     Rawat, berarti memelihara. misalnya mesin kasir yang dibersihkan secara berkala, akan meminimalisir akan terjadinya kerusakan. Keuntungannya :
- area toko akan terus terjaga kebersihannya
- mesin-mesin bisa di minimalisir kerusakannya, itu berarti, mengurangi pengeluaran perusahaan untuk biaya perbaikan

5.SHITSUKE ( Rajin )
Rajin, merupakan pembiasaan. Apabila kita telah menerapkan 4R sebelumnya secara konsisten, maka sebagai akibat yaitu pegawai menjadi rajin.

    Apa yang anda rasakan setelah menyelesaikan Quis

Apa itu bootstrap ? Bootstrap adalah langkah cerdas dalam mengatur ke

       Lokasi bisnis Ritel sangat mempengaruhi kesuksesan usaha tersebut. Misalnya saja kita ambil contoh seorang peritel yang menjual baju dengan sasaran pasar anak muda yang sedang kongkow di alun-alun, tempat yang sangat ramai dimalam hari dibandingkan dengan peritel dengan usaha yang sama yang berlokasi di pinggiran desa, dimana warganya jarang berkumpul diluar dimalam hari. Sangat tidak relevan bukan ? Jadi, Lokasi memiliki kontribusi dan faktor penting dalam sebuah usaha.

       Analisa SWOT adalah metode perencanaan strategis dalam menganalisa S ( strange ) W ( weaknesess ), O ( opportunity ), T ( threat  ) suatu usaha. Analisa ini meliputi 2 faktor, yaitu faktor internal SW ( kekuatan, kelemahan ) dan faktor eksternal OT ( peluang, ancaman ) keduanya bertujuan agar memberikan hasil maksimal dalam suatu usaha.

      Di daerah Saya, ada 2 lokasi pilihan untuk usaha Saya nanti, yaitu di daerah dekat terminal, atau daerah dekat bandara. Untuk pilihan kedua, apabila dilihat dari kaca mata IPM ( indeks perkembangan manusia ) adalah tempat yang bagus untuk 5 - 10 tahun mendatang. Karena dengan dibangunnya bandara, pastinya ada pembangunan semisal hotel dan semacamnya. Akan tetapi Saya lebih memilih berada di Lokasi pertama yaitu di dekat terminal, karena pastinya berada di jalur utama dari arah bandara, dan juga kendaraan yang keluar masuk terminal, di dukung letak yang berdekatan dengan sekolah SD, SMP , SMA juga tidak begitu jauh dari kantor kecamatan dan Pasar Bendungan, menjadikan sasaran pasar Saya nanti merata dari berbagai kalangan.

    Analisa SWOT usaha Saya nanti  ( Cafe de Romance )
1. Strenght ( kekuatan )
- Dekat dengan Suplier  ( pasar tradisional )
-  Punya konsep dan moto yang jelas "rasa selera bos, harga anak kos"
- adanya management yang baik ( 7 management dalam ritel )
- banyak variasi menu sehingga pelanggan dapat memilih sesuai selera masing- masing
2. Weaknesses ( kelemahan )
-  kurang modal
-  belum punya sertifikat halal dan ijin usaha
- produk belum dikenal masyarakat luas
3. Opportunity ( peluang )
- sasaran pasar yang luas dari berbagai kalangan
- life style atau gaya hidup suka makan diluar dan kongkow bersama teman
- meningkatnya daya beli masyarakat, yang ditunjang kenaikan UMR tiap tahunnya
4. Threat ( ancaman )
-  adanya pesaing
-  kenaikan harga bahan pokok dan bumbu masak ( seperti kemarin harga bawang sampai rp80.000/kg )
-  terkadang di daerah Saya terdapat kelangkaan Gas / LPG

     Sedangkan Analisa matriknya
1. Bagaimana S mampu mengambil keuntungan dari O
- dengan kurangnya modal, Saya bisa mengambil bahan baku dulu langsung dari petani ( bayar belakangan )
-  masalah produk yg belum dikenal, Saya akan gencar mempromokannya via jejaring sosial, dan juga mengikuti event yang di daerah Saya, misalnya pasar malam atau pameran
2. Bagaimana cara mengatasi W yang mencegah keuntungan dari O
-  adanya discount
-  memberikan paket hemat di akhir pekan
3. Bagaimana  S mampu menghadapi T
-  dilengkapi dengan Wifi sehingga pelanggan merasa nyaman dan betah
-  memberikan inovasi pada produk sehingga walaupun produk sama tetapi ada yang berbeda dengan pesaing
4. Bagaimana cara mengatasi W yang mampu membuat T menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru
- membuat kartu kecil yang berisi testimoni pelanggan, sehingga kita mendapat masukan dan tahu akan kekurangan

    Jadi... sudahkah anda menganalisa usaha Anda ?

    Sering kali dalam bahan obrolan sehari-hari, atau di facebook Saya mendapat inbok pertanyaan seperti ini. Fitri, minat kamu itu apa ? Atau Bahasa kerennya apa sih passion kamu ?, Pertanyaan mudah yang menurut Saya susah jawabnya. Padahal, sebagai seorang entrepreneur, kita harus memiliki passion. Jadi perlukah menemukan
passion? jawabannya : Perlu. Tapi kalau belum ketemu gimana ? Bekerja ke Hong Kong sebagai Domestic Helper bukan lah passion Saya.  Jadi menurut Saya, walaupun belum menemukan passion ,tidak usah jadi alasan untuk tidak serius memberikan
kualitas terbaik pekerjaan tersebut.

     Mengikuti minat atau passion adalah nasihat saat kita akan memulai suatu usaha. Tetapi itu merupakan masalah bagi Saya. Saya benar-benar belum memiliki "passion". Jujur Saya sangat suka dengan Anime atau menonton movie dan dorama. Jalan-jalan atau traveling, Baking dan makan sesuatu yang manis ( cake ), dunia fotografi, dan  membaca ( kebanyakan saya membaa MANGA daripada buku pengetahuan ). Tetapi hal tersebut hanya sebatas suka, jadi Apakah ITU berarti ADA sesuatu Yang salah dengan diri SAYA?

 
      Bekerja di Luar Negeri yang berbeda budaya dan bahasa, Saya dituntut untuk terampil dalam memasak Chinese Food, termasuk juga  dimsum. Bobo atau Nenek sangat sabar dalam mengajari Saya memasak, lama kelamaan setelah 3 tahun bekerja disini, pekerjaan memasak tersebut sudah menjadi kebiasan, rutinitas sehari-hari, dan Saya menikmati pekerjaan memasak ini. Jadi menurut Saya, rutinitas sehari-hari tersebut, yang sebelumnya tidak pernah Saya lakukan, tidak Saya mengerti apabila dilakukan dengan senang hati menjadi passion juga. Jadi, apakah Anda bekerja dengan Passion ? ^___^

    Akhirnya Saya selesai mengerjakan tugas minggu ke dua, yang mencakup retail is detail,  Efektuasi Sarah, dan juga tentang Inovasi dan peluang. Modul paling tebal diantara ke sembilan modul yang di "print out" kan sama mbak Wartini. Diawal, Saya sempat bingung dengan tugas detail seperti apakah yang dimaksud ? Membuat denah usaha secara detail ? Sampai akhirnya setelah mempelajari modul tersebut Saya paham dengan apa yang dimaksud, walaupun denah yang Saya buat sangat sederhana dan jauh dari kata baik.

     Seorang peRitel, harus memperhatikan keseluruhan detail toko nya, dikarenakan ada 3 poin penting, yaitu :
1. Hadir saat ini : merupakan bukti dari kehadiran kita sebagai pemilik ritel tersebut
2. Perbaikan seketika : Saya punya keinginan memiliki Cafe atau Warung Makan saat di Indonesia nanti, jadi detail seperti ini, harus dilakukan dengan segera misalnya saat pelanggan selesai meninggalkan meja, Saya harus segera membersihkan meja dan mengecek apakah ada sisa makanan yang tercecer di lantai
3. Membuat lebih sedikit kesalahan, ongkos lebih rendah : pengecekan secara berkala alat-alat memasak, seperti misalnya kompor, oven dan semacamnya akan menjadikan peralatan tersebut awet dan tahan lama

    Ada 5 prinsip dasar efektuasi menurut Saras yaitu :
1. Patcwork Quilt Prunciple :  tindakan yang berorientasi pada cara yang menekankan penciptaan suatu hal baru dengan cara yang ada daripada menemukan cara baru untuk mencapai tujuan tertentu
2. Affordable Loss Principle : komitmen di awal terhadap ketersediaan seseorang untuk menanggung kerugian daripada berinvestasi dengan mengkalkulasi imbal hasil yang diharapkab dari suatu proyek
3. Bird in Hand Principle : tindakan yang melibatkan negosiasi dengan setiap pihak  berkepentingan yang bersedia memberikan komitmen nyata pada proyek
4. Lemonade  Principle : menyarankan untuk mengendalikan kejutan agar mendapatkan manfaat daripada menghindari dengan mengatasi atau beradaptasi  dengan kejutan tersebut
5. Pilot in the Plane Principle : menyarankan untuk mengandalkan dan bekerja dengan orang yang meruoakan pemandu utama peluang dan tidak membatasi upaya pengusaha untuk mengeksploitasi faktor-faktor  yang berad diluar kendali individu

   Inovasi dan peluang merupakan 2 hal berkesinambungan. Inovasi disini, bukanlah sembarang kreatifitas, tetapi harus dapat diterima oleh pasar ( laku dijual ). Peluang itu sendiri dapat diartikan "pelanggan datang bawa uang berulang-ulang". Jadi, sudahkah kita membuat inovasi yang mendatangkan peluang ?!

    Mengikuti kelas di Edmodo adalah hal yang baru bagiku. Tetapi rasanya memang seperti sedang berada di dalam kelas, ada menu backpack yang bisa di isi bermacam-macam  pelajaran yang bisa dibuka sewaktu-waktu. Seperti memakai Tas virtual, ada pula planner, atau bisa dibilang jadwal. Agar setiap harinya kita punya rencana atau jadwal yang sengaja kita sesuaikan sendiri. Dan yang paling membuatku heran, yaitu soal kuis. Benar-benar kelas profesional, saat meng "klik" kerjakan soal, kita tidak tahu apa saja isi soal tersebut. Disitu juga tertera waktu mengerjakan hanya 24jam.  dan setelah meng "klik submit" atau lewat 24 jam, soal tersebut akan hilang, atau tidak dapat terlihat lagi ( hadeh, tidak ada waktu buat ngepek atau nyonto tanggane )

    Untung Saja mbak Rubi, wakil ketua kelas kami mencatat soal tersebut. Disini akan Saya share soal dan jawaban pribadi Saya, yang semata-mata untuk dokumentasi pribadi ( bukan untuk pamer jawaban ). Sebelumnya Saya kurang mengerti, kalau ternyata di dalam folder ada banyak materi. Saya tidak meng klik semuanya. Mungkin itulah kenapa menurut Saya jawaban ini kurang lengkap.
Mungkin menurut Saya akan lebih baik apabila setelah mengerjakan tugas lalu di diskusikan bersama dosen, jawaban apa dan bagaimana yang benar !!!.

1.Dalam rangka menjalankan aktivitasnya, toko ritel perlu memberikan layanan tambahan. Apa saja layanan tambahan yg bisa di berikan dan apa tujuan memberikan layanan tambahan tersebut?
- Serve Customer
- Good Organisation
- The Merchandiser

(# saya kurang yakin dengan jawaban ini )

2.Ada tujuh komponen bauran ritel atau ritel mix yg membutuhkan perhatian detail untuk mendukung kesuksesan ritel menurut Levy dan weitz dalam bukunya Retailing management.Apa saja ketujuh komponen tersebut?
-  Management harga
-  Management stok barang
-  Management layanan jasa
-  Management desain dan layout
- Management suasana
- Management komunikasi
- Management lokasi

(# kesemua detail diatas biasanya terlewatkan oleh peritel yang baru saja membuka usahanya tanpa konsep dan management yang baik sehingga sering kali menjadi penghambat suatu usaha )

3.Saat ini telah banyak berkembang ritel dengan format-format baru.Apa saja jenis format yg anda ketahui?
- non store
- store

(# Saya lupa dengan jawaban asli di kuis kemarin (>_

4.Ada ritel yg di lakukan di luar toko (non store) jelaskan apa maksudnya dan berikan contoh nya ?
     Ritel yang dilakukan di luar toko, yaitu seorang peritel yang menjual barang dagangannya tidak sebatas di toko saja. Misalnya
- katalog
- email
- ecomerce ( facebook, ebay, kaskus )
- penjualan langsung ( misalnya dari rumah ke rumah )

(#cara ini menurut saya sangat instant, dan juga lebih murah dari pada menyewa toko yang harga sewa nya mahal )

5.Apa convenience store itu ?
   Convenience store adalah Toko berukuran mini yang menjual barang-barang yang sering digunakan oleh konsumen dalam kesehariannya, tetapi konsumen tersebut tidak bersedia untuk menghabiskan waktu berbelanja mereka ( memilih cara instant ) untuk mendapatkannya, misalnya : koran, rokok, permen, dll

(#convenience store dengan cabang terbanyak misalnya 7-eleven, alfa mart, indomart

6.Menurut anda apa kelebihan nya dan  kekurangan nya membuka toko dengan membeli waralaba ?
  Kelebihan :
-  produk sudah dikenal oleh masyarakat
- management sudah terbangun
-  adanya pelatihan
-  tidak membutuhkan modal besar

  Kekurangan :
- tidak bisa ber inovasi
- harus membayar fee
- tergantung pada reputasi waralaba lain
- terikat dengan suplier

     Pahami materi sebelum mengerjakan, semoga nantinya antara teori dan praktek dapat berjalan sesuai yang diharapkan ! Amin

      Assalamu'alaikum

     Akhirnya Saya punya blog baru. Blog ini khusus Saya buat untuk mengerjakan tugas program pembelajaran jarak jauh "Pengantar Entepreneur Ritel" batch 3 dari UCDE ( Universitas Ciputra Distance Education ) yang diadakan mulai tanggal 18 maret 2013. Termasuk juga jurnal pembelajaran,  dan tulisan-tulisan yang berkaitan dengan Ritel

      Semoga ini adalah titik awal dari kebangkitan diri menjadi seorang Entepreneurship. Karena sebelumnya, Saya belum pernah menerjuni dunia Entepreneurship sama sekali. Karena Entepreneursip bukan berasal dari bakat, melainkan bisa dipelajari, maka Saya mantap mengikuti kelas Ritel ini. Sebelumnya Saya adalah siswa kelas dasar pelatihan Entepreneurship yang diadakan oleh UCDE yang bekerjasama dengan Bank Mandiri di Hong Kong.

       Motivasi Saya mengikuti kelas ini, yaitu Saya ingin mengembangkan diri memulai usaha dibidang ritel. Meningkatkan pengetahuan karena sejujurnya Saya masih Awam di bisnis ritel itu sendiri, lebih paham bagaimana mengatasi masalah, bagaimana menghadapi permintaan pasar/ pelanggan dan juga persaingan. Tentunya, ini akan sangat membantu dengan di dampingi dosen dan teman-teman yang saling mendukung dan menyemangati di dunia Ritel ini.

About this blog

Entri Populer

Pengikut

Total Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.
Free Website templatesfreethemes4all.comLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesFree Soccer VideosFree Wordpress ThemesFree Web Templates