Dunia Ritel

Jurnal Refleksi Distance Education Ritel

Tampilkan postingan dengan label ciputra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ciputra. Tampilkan semua postingan

    Tugas mengirim email ke entepreneur ternyata susah-susah gampang. Gampang cari alamat emailnya ( cara ku yaitu dengan mengetik nama entepreneur yang dicari, kebanyakan mereka pakai twitter, terus minta deh alamat emailnya ). Susahnya yaitu kebanyakan email yang aku tulis gak dibalas. Hiks !!! Ada banyak email yang ku dapatkan, semisal email Ibu Fatmah Bahalwan ( owner Natural Cooking Club ), Mama Lucy Laksita dll.

   Beruntung sekali saya mendapatkan alamat email Bapak Ronald Sitolang, benar-benar fast respon. Malam minta alamat email, pagi bangun tidur ada retweet kemudian kirim email beberapa jam kemudian sudah ada balasan. Kebetulan saya memilih beliau karena pada modul pelajaran di PER 3 pernah membahas tentang creative selling, "sales today entepreneur tomorrow" yang dijabarkan oleh Mr. Ronald Sitolang ini.

   Selain Bapak Ronald Sitolang, saya mendapat balasan dari Bapak Perry Tristianto ( pengusaha asal bandung ) dan Bapak Herry Zudianto ( mantan walikota Yogyakarta dan juga owner butik )

   Berikut screen shoot email balasan dari beliau,

Apa itu Cash Flow ?
    Cash flow adalah arus kas atau aliran kas masuk/ kas keluar  suatu perusahaan dalam periode atau kurun waktu tertentu. Laporan arus kas, biasanya dibuat per bulan. Berbeda dengan laporan Rugi Laba yang menggambarkan hasil usaha R/L perusahaan selama periode tertentu atau laporan Neraca yang menggambarkan posisi keuangan pada saat tertentu. Cash flow lebih kepada berapa uang yang kita miliki di masa tertentu.

      Yang perlu diperhatikan dalam cash flow, yaitu kas akhir tidak boleh minus. Tambahkan di kas awal supaya tidak minus, kas awal ini artinya uang yang harus disediakan mula-mula. Kas akhir dalam laporan arus kas ini, tidak boleh digunakan untuk keperluan selain usaha kita ( konsumsi pribadi ), karena kas akhir ini akan menjadi kas awal bulan berikutnya. Intinya, kas akhir tidak boleh minus

Lanjut ke Bisnis Idaman. Yaitu :
Laris ( banyak peminat )
Laku ( menguntungkan )
Langgeng ( banyak langganan )

Siapa sih yang tidak mau laris, laku, dan langgeng ? Ada strateginya dunk, Strategi bersaing diantaranya :
1. Be the first ( jadi yang pertama )
2. Be Better ( jadi yang lebih baik )
3. Be Different ( jadi yang berbeda )

Jadi inget Bapak Dharma tentang kawin modal dengkul, ada 5 cara yaitu wakTU, WAng, tenaGA, secara tePAT dan heMAt. Dalam cash flow, bisnis modal dengkul ini bisa dengan cara dapat pre-order, atau misalnya bahan baku boleh ngutang terlebih dahulu.

Selain hitung-hitungan cash flow, kami juga diajarkan bagaimana menghitung harga jual suatu barang.

HARGA = BIAYA + UNTUNG (+/-) FAKTOR X

Yang mempengaruhi faktor X diantaranya
1. Persaingan ( barang yang sama, atau adanya barang pengganti )
Misalnya belum ada saingan jual nasi tiwul di victoria park
2. Pelanggan ( kemampuan beli, kebutuhan )
Kemampuan beli pelanggan berbeda2, mungkin saja kemampuan beli nasi tiwul yang diatas nasi biasa sangat mahal bagi beberapa BMI
3. Pengadaan barang ( resiko, sulit/mudah )
Untuk mengekspor telur asin dari Indonesia ke Hongkong, resiko pecah dijalan bisa sangat besar. Maka dari itu keuntungan yang di ambil bisa lebih banyak

NB : cash flow beda dengan kartu stock ya, kartu stock itu catatan barang yang ada atau tersedia di toko. Jadi kita bisa mengawasi stock ( laku berapa, masih berapa ) hanya dari melihat catatan

    Apa yang anda rasakan setelah menyelesaikan Quis

Apa itu bootstrap ? Bootstrap adalah langkah cerdas dalam mengatur ke

       Lokasi bisnis Ritel sangat mempengaruhi kesuksesan usaha tersebut. Misalnya saja kita ambil contoh seorang peritel yang menjual baju dengan sasaran pasar anak muda yang sedang kongkow di alun-alun, tempat yang sangat ramai dimalam hari dibandingkan dengan peritel dengan usaha yang sama yang berlokasi di pinggiran desa, dimana warganya jarang berkumpul diluar dimalam hari. Sangat tidak relevan bukan ? Jadi, Lokasi memiliki kontribusi dan faktor penting dalam sebuah usaha.

       Analisa SWOT adalah metode perencanaan strategis dalam menganalisa S ( strange ) W ( weaknesess ), O ( opportunity ), T ( threat  ) suatu usaha. Analisa ini meliputi 2 faktor, yaitu faktor internal SW ( kekuatan, kelemahan ) dan faktor eksternal OT ( peluang, ancaman ) keduanya bertujuan agar memberikan hasil maksimal dalam suatu usaha.

      Di daerah Saya, ada 2 lokasi pilihan untuk usaha Saya nanti, yaitu di daerah dekat terminal, atau daerah dekat bandara. Untuk pilihan kedua, apabila dilihat dari kaca mata IPM ( indeks perkembangan manusia ) adalah tempat yang bagus untuk 5 - 10 tahun mendatang. Karena dengan dibangunnya bandara, pastinya ada pembangunan semisal hotel dan semacamnya. Akan tetapi Saya lebih memilih berada di Lokasi pertama yaitu di dekat terminal, karena pastinya berada di jalur utama dari arah bandara, dan juga kendaraan yang keluar masuk terminal, di dukung letak yang berdekatan dengan sekolah SD, SMP , SMA juga tidak begitu jauh dari kantor kecamatan dan Pasar Bendungan, menjadikan sasaran pasar Saya nanti merata dari berbagai kalangan.

    Analisa SWOT usaha Saya nanti  ( Cafe de Romance )
1. Strenght ( kekuatan )
- Dekat dengan Suplier  ( pasar tradisional )
-  Punya konsep dan moto yang jelas "rasa selera bos, harga anak kos"
- adanya management yang baik ( 7 management dalam ritel )
- banyak variasi menu sehingga pelanggan dapat memilih sesuai selera masing- masing
2. Weaknesses ( kelemahan )
-  kurang modal
-  belum punya sertifikat halal dan ijin usaha
- produk belum dikenal masyarakat luas
3. Opportunity ( peluang )
- sasaran pasar yang luas dari berbagai kalangan
- life style atau gaya hidup suka makan diluar dan kongkow bersama teman
- meningkatnya daya beli masyarakat, yang ditunjang kenaikan UMR tiap tahunnya
4. Threat ( ancaman )
-  adanya pesaing
-  kenaikan harga bahan pokok dan bumbu masak ( seperti kemarin harga bawang sampai rp80.000/kg )
-  terkadang di daerah Saya terdapat kelangkaan Gas / LPG

     Sedangkan Analisa matriknya
1. Bagaimana S mampu mengambil keuntungan dari O
- dengan kurangnya modal, Saya bisa mengambil bahan baku dulu langsung dari petani ( bayar belakangan )
-  masalah produk yg belum dikenal, Saya akan gencar mempromokannya via jejaring sosial, dan juga mengikuti event yang di daerah Saya, misalnya pasar malam atau pameran
2. Bagaimana cara mengatasi W yang mencegah keuntungan dari O
-  adanya discount
-  memberikan paket hemat di akhir pekan
3. Bagaimana  S mampu menghadapi T
-  dilengkapi dengan Wifi sehingga pelanggan merasa nyaman dan betah
-  memberikan inovasi pada produk sehingga walaupun produk sama tetapi ada yang berbeda dengan pesaing
4. Bagaimana cara mengatasi W yang mampu membuat T menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru
- membuat kartu kecil yang berisi testimoni pelanggan, sehingga kita mendapat masukan dan tahu akan kekurangan

    Jadi... sudahkah anda menganalisa usaha Anda ?

    Sering kali dalam bahan obrolan sehari-hari, atau di facebook Saya mendapat inbok pertanyaan seperti ini. Fitri, minat kamu itu apa ? Atau Bahasa kerennya apa sih passion kamu ?, Pertanyaan mudah yang menurut Saya susah jawabnya. Padahal, sebagai seorang entrepreneur, kita harus memiliki passion. Jadi perlukah menemukan
passion? jawabannya : Perlu. Tapi kalau belum ketemu gimana ? Bekerja ke Hong Kong sebagai Domestic Helper bukan lah passion Saya.  Jadi menurut Saya, walaupun belum menemukan passion ,tidak usah jadi alasan untuk tidak serius memberikan
kualitas terbaik pekerjaan tersebut.

     Mengikuti minat atau passion adalah nasihat saat kita akan memulai suatu usaha. Tetapi itu merupakan masalah bagi Saya. Saya benar-benar belum memiliki "passion". Jujur Saya sangat suka dengan Anime atau menonton movie dan dorama. Jalan-jalan atau traveling, Baking dan makan sesuatu yang manis ( cake ), dunia fotografi, dan  membaca ( kebanyakan saya membaa MANGA daripada buku pengetahuan ). Tetapi hal tersebut hanya sebatas suka, jadi Apakah ITU berarti ADA sesuatu Yang salah dengan diri SAYA?

 
      Bekerja di Luar Negeri yang berbeda budaya dan bahasa, Saya dituntut untuk terampil dalam memasak Chinese Food, termasuk juga  dimsum. Bobo atau Nenek sangat sabar dalam mengajari Saya memasak, lama kelamaan setelah 3 tahun bekerja disini, pekerjaan memasak tersebut sudah menjadi kebiasan, rutinitas sehari-hari, dan Saya menikmati pekerjaan memasak ini. Jadi menurut Saya, rutinitas sehari-hari tersebut, yang sebelumnya tidak pernah Saya lakukan, tidak Saya mengerti apabila dilakukan dengan senang hati menjadi passion juga. Jadi, apakah Anda bekerja dengan Passion ? ^___^

    Akhirnya Saya selesai mengerjakan tugas minggu ke dua, yang mencakup retail is detail,  Efektuasi Sarah, dan juga tentang Inovasi dan peluang. Modul paling tebal diantara ke sembilan modul yang di "print out" kan sama mbak Wartini. Diawal, Saya sempat bingung dengan tugas detail seperti apakah yang dimaksud ? Membuat denah usaha secara detail ? Sampai akhirnya setelah mempelajari modul tersebut Saya paham dengan apa yang dimaksud, walaupun denah yang Saya buat sangat sederhana dan jauh dari kata baik.

     Seorang peRitel, harus memperhatikan keseluruhan detail toko nya, dikarenakan ada 3 poin penting, yaitu :
1. Hadir saat ini : merupakan bukti dari kehadiran kita sebagai pemilik ritel tersebut
2. Perbaikan seketika : Saya punya keinginan memiliki Cafe atau Warung Makan saat di Indonesia nanti, jadi detail seperti ini, harus dilakukan dengan segera misalnya saat pelanggan selesai meninggalkan meja, Saya harus segera membersihkan meja dan mengecek apakah ada sisa makanan yang tercecer di lantai
3. Membuat lebih sedikit kesalahan, ongkos lebih rendah : pengecekan secara berkala alat-alat memasak, seperti misalnya kompor, oven dan semacamnya akan menjadikan peralatan tersebut awet dan tahan lama

    Ada 5 prinsip dasar efektuasi menurut Saras yaitu :
1. Patcwork Quilt Prunciple :  tindakan yang berorientasi pada cara yang menekankan penciptaan suatu hal baru dengan cara yang ada daripada menemukan cara baru untuk mencapai tujuan tertentu
2. Affordable Loss Principle : komitmen di awal terhadap ketersediaan seseorang untuk menanggung kerugian daripada berinvestasi dengan mengkalkulasi imbal hasil yang diharapkab dari suatu proyek
3. Bird in Hand Principle : tindakan yang melibatkan negosiasi dengan setiap pihak  berkepentingan yang bersedia memberikan komitmen nyata pada proyek
4. Lemonade  Principle : menyarankan untuk mengendalikan kejutan agar mendapatkan manfaat daripada menghindari dengan mengatasi atau beradaptasi  dengan kejutan tersebut
5. Pilot in the Plane Principle : menyarankan untuk mengandalkan dan bekerja dengan orang yang meruoakan pemandu utama peluang dan tidak membatasi upaya pengusaha untuk mengeksploitasi faktor-faktor  yang berad diluar kendali individu

   Inovasi dan peluang merupakan 2 hal berkesinambungan. Inovasi disini, bukanlah sembarang kreatifitas, tetapi harus dapat diterima oleh pasar ( laku dijual ). Peluang itu sendiri dapat diartikan "pelanggan datang bawa uang berulang-ulang". Jadi, sudahkah kita membuat inovasi yang mendatangkan peluang ?!

    Mengikuti kelas di Edmodo adalah hal yang baru bagiku. Tetapi rasanya memang seperti sedang berada di dalam kelas, ada menu backpack yang bisa di isi bermacam-macam  pelajaran yang bisa dibuka sewaktu-waktu. Seperti memakai Tas virtual, ada pula planner, atau bisa dibilang jadwal. Agar setiap harinya kita punya rencana atau jadwal yang sengaja kita sesuaikan sendiri. Dan yang paling membuatku heran, yaitu soal kuis. Benar-benar kelas profesional, saat meng "klik" kerjakan soal, kita tidak tahu apa saja isi soal tersebut. Disitu juga tertera waktu mengerjakan hanya 24jam.  dan setelah meng "klik submit" atau lewat 24 jam, soal tersebut akan hilang, atau tidak dapat terlihat lagi ( hadeh, tidak ada waktu buat ngepek atau nyonto tanggane )

    Untung Saja mbak Rubi, wakil ketua kelas kami mencatat soal tersebut. Disini akan Saya share soal dan jawaban pribadi Saya, yang semata-mata untuk dokumentasi pribadi ( bukan untuk pamer jawaban ). Sebelumnya Saya kurang mengerti, kalau ternyata di dalam folder ada banyak materi. Saya tidak meng klik semuanya. Mungkin itulah kenapa menurut Saya jawaban ini kurang lengkap.
Mungkin menurut Saya akan lebih baik apabila setelah mengerjakan tugas lalu di diskusikan bersama dosen, jawaban apa dan bagaimana yang benar !!!.

1.Dalam rangka menjalankan aktivitasnya, toko ritel perlu memberikan layanan tambahan. Apa saja layanan tambahan yg bisa di berikan dan apa tujuan memberikan layanan tambahan tersebut?
- Serve Customer
- Good Organisation
- The Merchandiser

(# saya kurang yakin dengan jawaban ini )

2.Ada tujuh komponen bauran ritel atau ritel mix yg membutuhkan perhatian detail untuk mendukung kesuksesan ritel menurut Levy dan weitz dalam bukunya Retailing management.Apa saja ketujuh komponen tersebut?
-  Management harga
-  Management stok barang
-  Management layanan jasa
-  Management desain dan layout
- Management suasana
- Management komunikasi
- Management lokasi

(# kesemua detail diatas biasanya terlewatkan oleh peritel yang baru saja membuka usahanya tanpa konsep dan management yang baik sehingga sering kali menjadi penghambat suatu usaha )

3.Saat ini telah banyak berkembang ritel dengan format-format baru.Apa saja jenis format yg anda ketahui?
- non store
- store

(# Saya lupa dengan jawaban asli di kuis kemarin (>_

4.Ada ritel yg di lakukan di luar toko (non store) jelaskan apa maksudnya dan berikan contoh nya ?
     Ritel yang dilakukan di luar toko, yaitu seorang peritel yang menjual barang dagangannya tidak sebatas di toko saja. Misalnya
- katalog
- email
- ecomerce ( facebook, ebay, kaskus )
- penjualan langsung ( misalnya dari rumah ke rumah )

(#cara ini menurut saya sangat instant, dan juga lebih murah dari pada menyewa toko yang harga sewa nya mahal )

5.Apa convenience store itu ?
   Convenience store adalah Toko berukuran mini yang menjual barang-barang yang sering digunakan oleh konsumen dalam kesehariannya, tetapi konsumen tersebut tidak bersedia untuk menghabiskan waktu berbelanja mereka ( memilih cara instant ) untuk mendapatkannya, misalnya : koran, rokok, permen, dll

(#convenience store dengan cabang terbanyak misalnya 7-eleven, alfa mart, indomart

6.Menurut anda apa kelebihan nya dan  kekurangan nya membuka toko dengan membeli waralaba ?
  Kelebihan :
-  produk sudah dikenal oleh masyarakat
- management sudah terbangun
-  adanya pelatihan
-  tidak membutuhkan modal besar

  Kekurangan :
- tidak bisa ber inovasi
- harus membayar fee
- tergantung pada reputasi waralaba lain
- terikat dengan suplier

     Pahami materi sebelum mengerjakan, semoga nantinya antara teori dan praktek dapat berjalan sesuai yang diharapkan ! Amin

     Setelah mendapat tugas untuk mengamati Convenience Store di sekitar tempat tinggal, yang sebenarnya baru dikerjakan di akhir pekan karena Saya jarang keluar rumah, beberapa toko atau lebih tepatnya sebagian besar toko Saya amati dengan berkeliling di 4 lantai mall di dekat MTR Station Chaiwan. Setelah mengikuti kelas Ritel ini, pengamatan menjadi menarik, semua mengacu pada pertanyaan kenapa bisa ramai juga kenapa beberapa diantara toko tersebut sepi pengunjung.

       Akhirnya Saya mengambil contoh untuk tugas Saya ini, yaitu toko "Sasa". Siapapun pasti sudah tahu, toko Ritel yang cabangnya tersebar di penjuru Hong Kong ini adalah toko kecantikan, yang menjual berbagai produk kosmetik. Letaknya bersebelahan dengan toko-toko sejenis yang menjual produk yang sama. Akan tetapi menariknya toko tersebut tetap ramai pengunjung. Menurut Saya, letak yang bersebelahan dengan toko sejenis justru menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan, dan justru lebih banyak menarik pelanggan, Dimana mereka dapat melihat lebih banyak barang yang sama dengan variasi dan cara penjualan yang berbeda di setiap toko yang berdekatan tersebut.

      Kenapa toko "Sasa" ramai pengunjung :
1. Banyak memberikan discount, misalnya setiap pembelian diatas $300 free lip gloss atau ada juga beberapa kosmetik buy one get one free
2. Good service atau Pelayanan yang ramah, mereka sabar ketika seorang pelanggan cerewet bertanya sampai detail tentang suatu produk yang ingin dibelinya
3. Ada ratusan cabang
4. Display yang menarik dan tidak membingungkan pembeli. ( misal bedak di rak1, mascara di rak2 )
5. Nama "Brand" yang sudah populer

    Selain mengamati sebuah convenience store yang ramai pengunjung, Saya juga mengamati toko baju yang sepi pengunjung.
Menurut Saya masalahnya adalah :
1. Lokasi yang kurang strategis
2. Pelayanan yang kurang ramah
3. Display ( baju ) jarang up to date
4. Harga yang mahal

    Ada pula pertanyaan seperti ini. Apa yang paling penting dalam mengelola sebuah toko, lalu apa yang menjadi penghambat terbesar dalam usaha ritel dan rencana untuk mengatasi hambatan tersebut. Saya sebenarnya kurang paham apa yang akan Saya lakukan untuk mengatasi hambatan tersebut. Mungkin masalahnya ada pada pelanggan, dan juga persaingan. 

     Semakin menarik saja pelajaran jarak jauh ini... bagaimana dengan tugas pengamatan Anda ?

        Garis besar yang Saya pahami dari film ini, yaitu "Entepreneur sejati gagal 10x bangkit 11x". Realita tidak seperti bermain game, bisnis itu tidak gampang. Gagal adalah hal yang biasa, malah bisa dijadikan pengalaman dan pembelajaran agar tidak melakukan kesalahan yang sama ( misalnya saat ditipu ). Semangat yang menggebu-gebu dalam memasuki dunia bisnis tanpa ada teori, lebih rentan terhadap kegagalan. Jadi, "Sekolah itu penting". Karena dari pendidikan, kita mendapatkan ilmu, teori, dan strategi pemasaran baru memulai bisnis yang dilakukan setahap demi setahap.

      
        Melakukan survei dilapangan, adalah langkah yang wajib dilakukan. Hal tersebut untuk mengetahui apa yang di inginkan pasar, sehingga produk kita sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pasar.Jadi hal pertama yang harus dilakukan, yaitu harus punya "Buku Catatan", fungsinya tentu saja untuk mencatat informasi. Jeli dalam mengamati peluang pasar, yaitu dengan Merasakan, Melihat, Mendengar. Setelah menemukan ide atau peluang yang ada disekitar kita, hal selanjutnya adalah melakukan percobaan, lalu mintalah teman untuk mencoba dan memberi komentar terhadap rasa, harga, kemasan.

        Kejujuran, tanggung jawab, juga mempunyai target yang jelas, adalah hal penting. Jangan lupa berdoa juga bersedekah, karena Saya yakin 2hal tersebut turut mempengaruhi kesuksesan. Selalu jadilah pribadi yang selalu berfikir positif dan selalu optimis. Karena apabila kita berfikir kita sukses, maka dengan doa dan usaha insya Allah kita akan benar-benar sukses. Jika kita sudah mulai, kita tidak boleh menyerah. KAYAO !!!

Source video : http://m.youtube.com/watch?client=mv-google&gl=HK&hl=id&v=XuAa7SL_lOU

      Assalamu'alaikum

     Akhirnya Saya punya blog baru. Blog ini khusus Saya buat untuk mengerjakan tugas program pembelajaran jarak jauh "Pengantar Entepreneur Ritel" batch 3 dari UCDE ( Universitas Ciputra Distance Education ) yang diadakan mulai tanggal 18 maret 2013. Termasuk juga jurnal pembelajaran,  dan tulisan-tulisan yang berkaitan dengan Ritel

      Semoga ini adalah titik awal dari kebangkitan diri menjadi seorang Entepreneurship. Karena sebelumnya, Saya belum pernah menerjuni dunia Entepreneurship sama sekali. Karena Entepreneursip bukan berasal dari bakat, melainkan bisa dipelajari, maka Saya mantap mengikuti kelas Ritel ini. Sebelumnya Saya adalah siswa kelas dasar pelatihan Entepreneurship yang diadakan oleh UCDE yang bekerjasama dengan Bank Mandiri di Hong Kong.

       Motivasi Saya mengikuti kelas ini, yaitu Saya ingin mengembangkan diri memulai usaha dibidang ritel. Meningkatkan pengetahuan karena sejujurnya Saya masih Awam di bisnis ritel itu sendiri, lebih paham bagaimana mengatasi masalah, bagaimana menghadapi permintaan pasar/ pelanggan dan juga persaingan. Tentunya, ini akan sangat membantu dengan di dampingi dosen dan teman-teman yang saling mendukung dan menyemangati di dunia Ritel ini.

About this blog

Entri Populer

Pengikut

Total Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.
Free Website templatesfreethemes4all.comLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesFree Soccer VideosFree Wordpress ThemesFree Web Templates