bootstrap , ciputra , entepreneur , fitri ernawati , kuliah onlain , mandiri sahabatku , nur agustinus , per 3 , poedjiati tan , ritel , ucde , universitas ciputra
Sering kali dalam bahan obrolan sehari-hari, atau di facebook Saya mendapat inbok pertanyaan seperti ini. Fitri, minat kamu itu apa ? Atau Bahasa kerennya apa sih passion kamu ?, Pertanyaan mudah yang menurut Saya susah jawabnya. Padahal, sebagai seorang entrepreneur, kita harus memiliki passion. Jadi perlukah menemukan
passion? jawabannya : Perlu. Tapi kalau belum ketemu gimana ? Bekerja ke Hong Kong sebagai Domestic Helper bukan lah passion Saya. Jadi menurut Saya, walaupun belum menemukan passion ,tidak usah jadi alasan untuk tidak serius memberikan
kualitas terbaik pekerjaan tersebut.
Mengikuti minat atau passion adalah nasihat saat kita akan memulai suatu usaha. Tetapi itu merupakan masalah bagi Saya. Saya benar-benar belum memiliki "passion". Jujur Saya sangat suka dengan Anime atau menonton movie dan dorama. Jalan-jalan atau traveling, Baking dan makan sesuatu yang manis ( cake ), dunia fotografi, dan membaca ( kebanyakan saya membaa MANGA daripada buku pengetahuan ). Tetapi hal tersebut hanya sebatas suka, jadi Apakah ITU berarti ADA sesuatu Yang salah dengan diri SAYA?
Bekerja di Luar Negeri yang berbeda budaya dan bahasa, Saya dituntut untuk terampil dalam memasak Chinese Food, termasuk juga dimsum. Bobo atau Nenek sangat sabar dalam mengajari Saya memasak, lama kelamaan setelah 3 tahun bekerja disini, pekerjaan memasak tersebut sudah menjadi kebiasan, rutinitas sehari-hari, dan Saya menikmati pekerjaan memasak ini. Jadi menurut Saya, rutinitas sehari-hari tersebut, yang sebelumnya tidak pernah Saya lakukan, tidak Saya mengerti apabila dilakukan dengan senang hati menjadi passion juga. Jadi, apakah Anda bekerja dengan Passion ? ^___^
Akhirnya Saya selesai mengerjakan tugas minggu ke dua, yang mencakup retail is detail, Efektuasi Sarah, dan juga tentang Inovasi dan peluang. Modul paling tebal diantara ke sembilan modul yang di "print out" kan sama mbak Wartini. Diawal, Saya sempat bingung dengan tugas detail seperti apakah yang dimaksud ? Membuat denah usaha secara detail ? Sampai akhirnya setelah mempelajari modul tersebut Saya paham dengan apa yang dimaksud, walaupun denah yang Saya buat sangat sederhana dan jauh dari kata baik.
Seorang peRitel, harus memperhatikan keseluruhan detail toko nya, dikarenakan ada 3 poin penting, yaitu :
1. Hadir saat ini : merupakan bukti dari kehadiran kita sebagai pemilik ritel tersebut
2. Perbaikan seketika : Saya punya keinginan memiliki Cafe atau Warung Makan saat di Indonesia nanti, jadi detail seperti ini, harus dilakukan dengan segera misalnya saat pelanggan selesai meninggalkan meja, Saya harus segera membersihkan meja dan mengecek apakah ada sisa makanan yang tercecer di lantai
3. Membuat lebih sedikit kesalahan, ongkos lebih rendah : pengecekan secara berkala alat-alat memasak, seperti misalnya kompor, oven dan semacamnya akan menjadikan peralatan tersebut awet dan tahan lama
Ada 5 prinsip dasar efektuasi menurut Saras yaitu :
1. Patcwork Quilt Prunciple : tindakan yang berorientasi pada cara yang menekankan penciptaan suatu hal baru dengan cara yang ada daripada menemukan cara baru untuk mencapai tujuan tertentu
2. Affordable Loss Principle : komitmen di awal terhadap ketersediaan seseorang untuk menanggung kerugian daripada berinvestasi dengan mengkalkulasi imbal hasil yang diharapkab dari suatu proyek
3. Bird in Hand Principle : tindakan yang melibatkan negosiasi dengan setiap pihak berkepentingan yang bersedia memberikan komitmen nyata pada proyek
4. Lemonade Principle : menyarankan untuk mengendalikan kejutan agar mendapatkan manfaat daripada menghindari dengan mengatasi atau beradaptasi dengan kejutan tersebut
5. Pilot in the Plane Principle : menyarankan untuk mengandalkan dan bekerja dengan orang yang meruoakan pemandu utama peluang dan tidak membatasi upaya pengusaha untuk mengeksploitasi faktor-faktor yang berad diluar kendali individu
Inovasi dan peluang merupakan 2 hal berkesinambungan. Inovasi disini, bukanlah sembarang kreatifitas, tetapi harus dapat diterima oleh pasar ( laku dijual ). Peluang itu sendiri dapat diartikan "pelanggan datang bawa uang berulang-ulang". Jadi, sudahkah kita membuat inovasi yang mendatangkan peluang ?!
