Dunia Ritel

Jurnal Refleksi Distance Education Ritel

   Dalam management Ritel, untuk berorientasi pada keuangan ( keuntungan ) diperlukan 5 aset penting diantaranya :
1. Lokasi
2. Persediaan barang dagangan
3. Ritel
4. Karyawan
5. Pelanggan

    Di Tugas ke tiga ini, kami belajar tentang spesifikasi dan deskripsi suatu jabatan ( point ke 4 tentang karyawan ) Misalnya kita sebagai seorang manager dan membuka lowongan pekerjaan, maka dibutuhkan spesifikasi. Orang seperti apa yang akan menempati posisi yang kita butuhkan. Ini sangat penting sebab managemen SDM ( sumber daya manusia ) dapat menjadi dasar untuk mendapatkan keuntungan yang kompetitif.

   Spesifikasi jabatan adalah persyartan minimal yang harus dipenuhi oleh orang yang menduduki suatu jabatan, agar nantinya dapat melaksanakan tugas yang dibebankan dengan baik. Spesialisasi ini untuk memfokuskan karyawan pada suatu satuan aktivitas yang terbatas sehingga memungkinkan karyawan untuk mengembangkan keahlian dan meningkatkan produktivitas.

  Umumnya, spesifikasi ini meliputi persyaratan berikut ini :
1. Pendidikan dan pengalaman kerja
2. Pengetahuan dan ketrampilan
3. Fisik dan mental
4. Umur dan jenis kelamin

    Deskripsi jabatan adalah penjelasan tentang suatu jabatan, tugas-tugasnya tanggung jawab, wewenang, dsb

   Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam strategi pemasaran ritel. Diantaranya
1. Target pasar Retail
2. Format yang direncanakan oleh Ritel untuk digunakan dalam memenuhi kebutuhan target pasar
3. Dasar perencanaan Ritel untuk memperoleh keuntungan bersaing yang dapat dipertahankan

   Dalam bauran ritel atau yang biasa disebut Retail Mix, strategi pemasaran dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut
1. Variasi barang dagangan atau jasa
2. Harga
3. Iklan atau promosi
4. Tata ruang
5. Desain store
6. Lokasi store
7. Pengelolaan barang dagangan

   Tugas pengamatan kali ini, di daerah saya, Chaiwan, Hong Kong ada beberapa Ritel besar seperti Wellcome dan Park n Shop yang tidak pernah sepi pembeli. Padahal ke dua toko tersebut menjual berbagai kebutuhan rumah tangga yang hampir sama. Ini yang disebut memperoleh keuntungan bersaing yang dapat dipertahankan. Dalam pengamatan tersebut, ada beberapa yang saya peroleh. Diantaranya :

1. Loyalitas konsumen
Konsumen yang loyal atau setia untuk berbelanja di suatu ritel tertentu, berarti mempertahankan keuntungan dari para pesaing. Di Wellcome, apabila kita berbelanja minimal $60 maka mendapat 1 stiker yang apabila dikumpulkan nominal tertentu bisa ditukar dengan tas dan koper angry bird. Ini merupakan keuntungan, karena kebanyakan ibu rumah tangga tertarik untuk menukar dengan hadiah tersebut.

2. Lokasi
Lokasi ini sudah pernah di bahas pada pelajaran PER ( Pengantar entepreneur ritel ) bisa di klik di http://dunia-ritel.blogspot.com/2013/05/analisa-swot.html?m=1 Lokasi Wellcome pada satu wilayah bisa terdapat 2 lokasi. Ini pastinya sudah diperhitungkan dan mengacu pada IPM ( indeks perkembangan manusia ) di masa mendatang

3. Management SDM ( Sumber Daya Manusia )
Sumber daya manusia adalah sangat penting untuk perkembangan Ritel itu sendiri, baik dalam pelayanan, management persediaan barang, di Wellcome ini sangat baik

4. Sistem distribusi dan Info
Seminggu 2x saya pergi ke pasar, setidaknya dalam seminggu sekali saya melihat adanya barang datang dari supplier Wellcome. Itu berarti perputaran atau pendistribusian nya sangatlah cepat, dibantu dengan info atau iklan di tv maupun koran. Setiap ada diskon kami selalu mampir berbelanja di wellcome

5. Barang dagangan yang unik
Barang dagangan ini bisa berarti brand yang tidak dijual di tempat lain. Di wellcome, terdapat beberapa produk yg dikeluarkan oleh wellcome itu sendiri seperti garam, gula, beras, dan berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya dengan merk dagang NoFrills

6. Hubungan para pedagang
Walaupun ada saingan seperti Park n Shop, 7eleven ( sevel ) dan Ritel lain, hubungan para pedagang ini sangatlah baik,, persaingan terjadi secara sehat

7. Layanan konsumen
Pelayanan di kasir terbilang cepat dan ramah.

   Peluang yaitu Pelanggan datang bawa Uang berulang-ulang. Jadi untuk memikat hati konsumen atau pelanggan yang akan datang bawa uang tersebut, maka diperlukan pemahaman tentang perilaku belanja pelanggan tersebut. Dan semua tertuang di kuis minggu ke 2 ini. Disini pelajaran yang diberikan lebih mendetail dari pelajaran di PER ( Pengantar Entepreneur Ritel ) beberapa waktu lalu.

  Perilaku Pelanggan memang berbeda-beda. Ada yang benyak bicara, misalnya menanyakan keunggulan produk yang ini dan yang itu tetapi akhirnya tidak jadi membeli. Adapula beberapa pelanggan yang sombong. Lebih lengkapnya bisa dibaca di sini http://ammarawirausaha.blogspot.hk/2010/02/mengamati-perilaku-pelanggan.html. Dengan memahami perilaku pelanggan, maka kita dapat mengetahui tingkat kenyamanan dan kepuasan pelanggan terhadap produk yang kita tawarkan, Serta kita bisa meminta testimoni pelanggan sebagai kritik dan saran agar kedepannya produk kita lebih baik dan pelanggan tidak bisa bilang tidak kepada produk tersebut.

   Ada beberapa perbedaan belanja barang di Internet dan di toko, pembedanya yaitu :
1. Internet
  a). Pangsa pasar yang lebih luas dan meng global ( bisa beli walaupun online shop nya di luar negeri )
  b). Tidak perlu capek, panas, dan terjebak macet untuk mendapatkan barang yang di inginkan
  c). Buka 24 jam
  d). Tidak bisa complain ke owner langsung ( face to face) apabila barang yang diterima cacat atau warna tidak sesuai dengan di gambar

2. Toko
  a). Bisa tawar menawar
  b). Bisa dipegang dan dicoba terlebih dahulu
  c). Melihat langsung pelayanan dari toko tersebut ( misalnya pegawainya murah senyum, ramah )

   Selamat siang, ini adalah jurnal lanjutan kelas MER ( Managemen Entepreneur Ritel ). Beberapa waktu lalu Saya belum sempat mengerjakan kuis di minggu pertama, dikarenakan sibuk meng edit video tes pasar untuk tugas akhir PER ( Pengantar Entepreneur Ritel ) Batch 3

    Senang sekali Saya bisa menjadi bagian dari kelas Managemen Entepreneur Ritel ini. Walaupun waktunya berbarengan dengan masih semrawutnya tugas PER ( Pengantar Entepreneur Ritel ) bersamaan juga dengan kelas ECW ( Entepreneurship Ciputra Way ), tetapi tidak menyurutkan langkah saya untuk terus mengikuti pembelajaran ini. Malah disini kita bisa sembari belajar me Management waktu, dimana saya juga berkewajiban dengan tugas negara

   Di awal kelas ini, kami diharuskan membuat kelompok diskusi. Akhirnya terbentuklah Doraemon Smart Grub yang digawangi oleh Lia Samatron, Yuni Kurniah, Widya Temanggung, Jasmin, dan Saya sendiri. Alhamdulilah grub ini aktif berdiskusi di sela-sela tugas negara. Semua bersemangat di saat belajar.

Macam - macam Management Ritel :

1. Klasifikasi Deskriptif
  a). Tipe kepemilikan
  b). Tipe keragaman barang yang dijual

2. Klasifikasi Strategic
  a). Margin / Turn over Strategy
  b). Retail price and service strategy
  c). Strategic group classification
  d). Gross margin - merchandise type classification

3. Klasifikasi tingkat pelayanan
a). Penjualan eceran
b). Penjualan eceran dengan memilih sendiri
c). Penjualan eceran dengan penjualan terbatas
d). Penjualan eceran dengan pelayanan penuh

  Alhamdulilah, senang dan bersyukur sekali saya bisa mengikuti distance education ini walaupun banyak keterbatasan karena harus menyesuaikan dengan tugas negara. Tetapi hal tersebut tidak menyurutkan langkah saya untuk terus belajar, malahan kita bisa belajar me management waktu dan akhirnya saya telah melewati ujian akhir pengantar entepreneur ritel batch 3 ini.

  Terimakasih kepada Ibu Poedjiati Tan (wali kelas),  bapak Nur Agustinus dan semua dosen pembimbing. Melalui program distance education ini,banyak sekali hal atau pelajaran baru yang saya dapat untuk bekal pulang ke indonesia nanti. Beribu maaf apabila selama mengikuti pembelajaran ini, banyak kata-kata atau perilaku yang tidak berkenan di hati bapak/ibu dosen

  Ada beberapa perubahan yang saya alami setelah mengikuti pembelajaran ini. Diantaranya :
1. Dulunya, saya kira 5R itu hanya diterapkan di pabrik Jepang, ternyata di dalam kehidupan sehari-haripun baik itu di tempat kerja ( rumah majikan )  5R ini bisa dan saat ini juga saya terapkan

2. Setelah mengetahui bootstrapping, sekarang apabila disini saya menemukan peluang dan tidak ada modal uang, saya mempraktekan bootstrapping ini. Misalnya usaha baju saya dengan sistem dropship. Saya tak mengeluarkan modal untuk membeli baju dagangan tersebut. So usaha itu ga selalu harus butuh modal besar. Kalau saya tidak mengenal per ini, mungkin saat ini saya masih menunggu nanti dan tidak dimulai saat ini usahanya

3. Saya suka mengamati toko-toko di sini baik saat libur atau sedang jalan ke pasar. Suka mengevaluasi sendiri kenapa toko tersebut ramai/sepi. Apakah lokasi atau SWOT nya tidak tepat, atau pedagangnya kurang ramah, ini sangat berguna untuk evaluasi usaha saya nantinya.

4. Belajar me manage keuangan, baik itu di dalam usaha acesoris maupun keuangan pribadi. Tidak di campur, setiap bulan membuat cash flow supaya tau keuangan kita sehat atau tidak, membeli atau kulakan lebih banyak untuk barang yang cepat laku ( fast moving )

  Kedepannya, diharapkan pembelajaran seperti ini terus di adakan. Jadi teman-teman di Hongkong atau dimanapun berada tidak bingung setelah di indonesia nanti mau ngapain

  

 
   

Tonton "Japanese and Korean Online Store" di YouTube

    Tes pasar, kelihatannya sangat sepele tetapi tak sedikit entepreneur yang tidak melakukan tes pasar. Bila dimungkinkan, lakukanlah tes pasar misalnya saja jika kita berbisnis kue kering, cobalah untuk membagikan sample gratis kepada calon customer kita. Tes produk sekalian promosi deh.

  Link diatas, adalah tes pasar saya kepada customer. Karena produk yang dijual tidak berupa makanan, tetapi baju dan acesoris, maka tes pasarnya berupa testimoni dari customer yang telah membeli produk. Masih sangat sederhana memang, namanya juga baru belajar. Hehe

   Jadi sudah kah anda melakukan tes pasar ?

    Berawal minggu lalu saat belajar bersama di belakang perpustakaan, saya yang hanya mengandalkan tablet samsung untuk mengerjakan tugas edmodo dan menulis jurnal blog sempat kesulitan untuk membuat blog online ini. Akhirnya mbak Ayuk berbaik hati meminjamkan software template toko online nya untuk dipakai bersama. Alhasil dengan Menggunakan Laptop pinjaman dari Bu Winarsih saya akhirnya berhasil membuat toko online. Dannn, template kami sama. Beberapa hari kemudian, saya iseng mengutak-atik hp. Ternyata cukup mudah untuk mengganti template blogspot via hp. Caranya hanya mendownload winrar di google play. Fungsi winrar ini yaitu untuk mengrubah template atau biasa disebut meng extract file dari format .zip menjadi .xml  Template nya sendiri saya download di www.btemplates.com banyak juga pilihan template gratis, cukup ketik template toko online gratis di mbah google.  Setelah berhasil mendownload template yang di inginkan, masuk ke winrar, pilih / centang file template yang masih berbentuk .zip lalu extract. Beberapa hari kemudian, ibu dosen kami Ibu Poedjiati Tan berbaik hati memberikan beberapa template toko online yang tinggal pasang alias sudah berbentuk .xml Teman-teman bisa cek online blog saya di http://www.fitriernawationlinestore.blogspot.com , mohon kritik dan sarannya ya :-)

About this blog

Entri Populer

Pengikut

Total Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.
Free Website templatesfreethemes4all.comLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesFree Soccer VideosFree Wordpress ThemesFree Web Templates